Bagaimana Mengubah Imajinasi Menjadi Kenyataan
Kita seringkali hidup dalam sebuah kebohongan yang sangat nyaman kebohongan bahwa di dalam kepala kita kita adalah sosok diri ideal yang sedang melakukan hal-hal hebat di dalam kepala kita adalah sosok yang sukses kita yang akhirnya bangun pagi dan mulai berolahraga kita yang akhirnya berani resign dari tempat kerja yang Toxic untuk mulai usaha sendiri Kita yang akhirnya berhasil dari semua upaya yang bahkan belum pernah kita Coba lakukan di dalam kepala kita kita selalu menjadi tokoh utama yang hebat yang penuh dengan potensi dan niat baik sebuah kebenaran brutal harus kita hadapi bersama bahwa segala niat baik dan impian besar yang ada di kepala kita tidaklah cukup mendefinisikan siapa diri kita sebenarnya faktanya kamu bukanlah Apa yang kamu pikirkan kamu adalah apa yang kamu lakukan coba ingat-ingat lagi kita semua pasti punya satu teman tongkrongan atau jangan-jangan teman itu adalah diri kita sendiri yang kalau lagi ngopi di warkop idenya paling Brilian di atas meja kayu yang lengket karena tumpahan kopi itu dia bisa cerita panjang lebar soal rencana bikin starup atau ide buka kedai kopi estetik dia udah bikin logo usahanya di kalva dia udah hitung-hitungan modal pakai kalkulator HP ngomongin target pasar sampai larut malam teman-teman yang dengar pasti manggut-manggut kagum dengan visinya tapi coba kita face forward 2 tahun kemudian di mana dia dia masih duduk di kursi Warkop yang sama pesan kopi yang sama ngeluh soal bos yang sama dan membicarakan ide bisnis yang sama enggak ada satupun langkah nyata yang diambil di Indonesia kita menyebutnya wacana wacana liburan ke Bali wacana diet habis lebaran wacana mau nabung dan berhenti foya-foya kita hidup dalam masyarakat yang sangat memuja ide tapi seringkali lumpuh saat harus mengeksekusi kita merasa bahwa dengan memikirkan sebuah rencana secara detail kita seolah-olah sudah melangkah maju padahal 0 besar kalau kamu bertahan baca ini di beberapa menit ke depan kita akan mengungkap satu saklar rahasia sebuah pergeseran cara berpikir yang kalau kamu terapkan hari ini juga akan memaksa semua pikiran di kepala kamu meledak menjadi rentetan tindakan nyata sebuah cara untuk mengubahmu dari the Tingker menjadi the executor Tapi sebelum saklar itu bisa berfungsi kita harus sepakat dulu dengan fakta Ini pikiran dan mimpi bukanlah realitas banyak dari kita terjebak dalam ilusi bahwa cara kita memandang diri sendiri di dalam pikiran adalah identitas kita yang sebenarnya aku ini aslinya orang yang Rajin kok cuma lagi belum nemu motivasi aja pernah ngomong gitu dunia nyata enggak peduli dengan apa yang ada di dalam kepalamu niat baik untuk bantu orang tua impian besar untuk jadi konten kreator atau Rencana diet paling sempurna sedunia itu semua cuma akan jadi angan-angan halusinasi kalau ototmu enggak bergerak realitas itu dibentuk oleh keringat oleh jari yang mengetik oleh kaki yang melangkah keluar rumah kamu enggak bisa menyebut dirimu seorang pengusaha Kalau kamu enggak pernah coba buka usaha kamu enggak bisa menyebut dirimu seorang penulis Kalau kamu enggak pernah menulis kamu cuma seseorang yang suka berpikir tentang menjadi sesuatu tapi masalahnya sadar kalau mimpi itu bukan realitas aja enggak cukup ada satu jurang gelap dan nyaman yang sering bikin kita gagal menyebrang ke alam tindakan dan kemungkinan besar kamu sedang terjebak di dasar jurang ini sekarang Jurang itu bernama overthinking kita mengha biskan waktu berjam-jam berhari-hari cuma untuk duduk diam menganalisis semua kemungkinan terburuk rasanya kepala kita itu kayak alam semesta tersendiri yang terputus dari dunia luar analogi gampangnya gini ini mirip kayak kamu lagi kena macet parah di Jalan Sudirman jam 06.00 sore kamu duduk di dalam mobil stress dan otakmu terus berpikir coba tadi aku lewat jalan tikus coba tadi aku berangkat lebih cepat Coba kalau di Jakarta ada mobil terbang kamu menghabiskan energi yang luar biasa besar di kepalamu tapi pertanyaannya Apakah berpikir sekeras itu bikin mobilmu maju satu meter saja enggak kamu tetap setak banyak dari kita yang menjalani hidup persis seperti itu kita merasa capek secara mental kita merasa udah bekerja keras Padahal kita cuma lagi berdebat dengan diri sendiri di dalam kepala berada di Fase ini enggak akan mengubah apapun di dunia nyata satu-satunya cara keluar dari macet ini
macet pikiran ini adalah dengan menginjak gas langsung bangkit dan lakukan hal sekecil apapun yang udah kamu janjikan tapi asal bergerak aja ternyata juga bisa jadi Boomerang keluar dari kepala kita butuh lebih dari sekedar motivasi sesaat butuh sebuah prinsip kuno yang ironisnya sering kita remehkan hari ini sebuah rahasia pembentuk takdir kamu pasti kenal dengan Aristoteles ia pernah mengatakan kalimat yang menampar banget we are What with Lido kita adalah apa yang kita lakukan berulang kali perhatikan kata berulang kali karaktermu identitas sejatimu nggak dibentuk dari satu tindakan besar yang heroik kamu nggak langsung jadi orang disiplin cuma karena kamu berhasil bangun jam 5 pagi satu kali di hari Senin kamu nggak bisa menyebut dirimu si paling Fit cuma karena kamu langganan member gym di bulan Januari dan datang seminggu dua kali identitas itu dicetak dari ribuan keputusan kecil yang membosankan dan kamu lakukan terus-menerus kedisiplinan itu terbentuk saat kamu tetap memilih bangun pagi padahal malamnya Kamu baru tidur jam 2 pagi saat hujan deras dan kamu tetap memilih pergi lari Jika kamu ingin menjadi kuat Kamu harus mengangkat beban berkali-kali Jika kamu bilang kamu orang yang bisa diandalkan buktikan dengan menepati janji sekecil apapun setiap saat hidupmu adalah hasil dari rutinitasmu kedengarannya Keren ya tapi hati-hati kebiasaan yang diulang-ulang ini enggak cuma ngasih efek baik ada sisi ngerinya juga Sisi ngeri yang diam-diam lagi ngancurin hidupmu tanpa kamu sadari prinsip Aristoteles tadi berlaku dua arah karaktermu Enggak cuma dibentuk oleh tindakan positif tapi juga oleh racun yang kamu konsumsi setiap hari secara konsisten tindakan menghindari tanggung jawab hobi bikin alasan ah besok aja masih ada waktu menyia-nyiakan jam berharga untuk scrolling media sosial Tanpa Tujuan sampai memelihara pikiran buruk tentang dirimu sendiri setiap kali kamu menunda pekerjaan kamu sedang memberikan satu suara vote untuk dirimu yang pemalas setiap kali kamu insecure dan berkata aku memang enggak pantas sukses kamu sedang mengukir karakter pecundang di dalam dirimu sedikit demi sedikit pelan tapi pasti kamu berubah menjadi sosok yang sebenarnya sangat kamu benci pada akhirnya alam semesta ini enggak peduli seberapa tinggi IQ mu seberapa estetik impianmu di dalam kepala atau seberapa Mulia niat yang kamu simpan rapat-rapat di hatimu dunia ini buta terhadap potensimu dunia hanya melihat menilai dan menghargai apa yang tanganmu kerjakan dan Langkah apa yang kakimu ambil di realitas fisik ini ingat ini dunia hanya peduli pada hasil akhir maka malam ini saat kamu kembali rebahan di kasur dan mulai menyusun rencana-rencana indah di kepalamu Sadarilah bahwa itu semua belum terjadi kamu belum menjadi orang itu dan ketika alarm berbunyi besok pagi pertanyaannya bukan lagi tentang apa yang kamu rasakan atau apa yang akan kamu pikirkan ini pertanyaannya Akankah telapak kakimu berani menampak pada lantai yang berlapiskan ketakutan keraguan kegagalan penolakan dan kemunduran itu atau kamu akan kembali menarik selimut dan membiarkan dirimu membusuk di dalam mimpimu sendiri